Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


DE CELINE RESTAURANT & PATISSERIE Cicipi Aroma Klasik Tersaji dalam Romantisme Louvre

    De Celine Restaurant & Patisserie
    De Celine Restaurant & Patisserie
    De Celine Restaurant & Patisserie
    De Celine Restaurant & Patisserie
    De Celine Restaurant & Patisserie

    Bisnis kuliner di kawasan Yogyakarta semakin semarak dengan hadirnya berbagai macam resto maupun kafe yang menawarkan berbagai variasi konsep bangunan maupun menu makanan yang menarik. Tak hanya menu yang menarik, namun penataan tempat yang nyaman untuk bersantap dan berinteraksi saat ini menjadi hal yang dicari oleh penikmat kuliner di Jogja. De Celine Restaurant & Patisserie merupakan salah satu resto di Jogja yang mengangkat konsep tempat dengan vibes ala Paris.

    Kepopuleran kota Paris sudah tidak diragukan lagi sebagai destinasi wisata paling sering dikunjungi oleh para wisatawan yang datang ke Perancis. Selain Menara Eiffel, salah satu daya tarik lain kota Paris adalah museumnya. Musee du Louvre atau Museum Louvre termasuk salah satu museum seni dan monumen sejarah yang terbesar di dunia. Dapat dikatakan bahwa konsep De Celine terinspirasi dari restoran klasik di Perancis. “Dari awal memang ingin menghadirkan nuansa romantis ala Paris ke dalam sebuah restoran. Kalau biasanya yang familiar dari Perancis kan pasti Menara Eiffel. Namun kami lebih memilih untuk menghadirkan sisi lain dari Paris dengan tempat yang tak kalah ikonik, yaitu Museum Louvre dimana replika dari lukisan Monalisa disimpan. Jadi bagi pengunjung yang mungkin belum memiliki kesempatan untuk berlibur ke Perancis, dapat terlebih dahulu mencoba vibes ala Paris di De Celine,” papar Stefani Tjandra, owner De Celine Restaurant & Patisserie.

    De Celine hadir menjadi salah satu tempat makan dengan konsep yang cukup menarik dan memiliki ambiance nan nyaman. Resto yang berlokasi di Jalan Faridan Muridan Noto No. 17, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta tersebut mengusung gaya arsitektur klasik yang ditampilkan pada bangunan utamanya. Bangunan tersebut merupakan bangunan rumah asli peninggalan zaman Belanda yang dilestarikan menjadi cagar budaya hingga saat ini. Bentuk klasik bangunan tersebut berpadu cantik dengan furnitur dan dekorasi kekinian bernuansa vintage yang diaplikasikan pada sisi interior menjadikan hampir setiap sudut resto begitu aestethic sebagai latar belakang untuk berfoto. “Kalau untuk bangunan utamanya sendiri memang merupakan rumah lawas peninggalan zaman Kolonial Belanda. Bahkan penamaan De Celine sendiri diambil dari kata celine yang merupakan nama asli rumah tersebut. Dulu rumah ini juga sempat disewa sebagai tempat bimbingan belajar. Lalu ketika kontraknya habis, akhirnya saya ditawari oleh rekan untuk bekerja sama membuat sebuah resto. Setelah berunding mengenai konsep tempat, kemudian dilakukan renovasi di beberapa bagian hingga menjadi saat ini,” imbuh Fani, sapaan akrab owner.

    Memasuki bangunan utama resto yang mulai beroperasi sejak 17 Desember 2021 tersebut, fasad bangunan Kolonial Belanda langsung nampak dengan ciri khas bentuk hexagonal dihiasi jendela-jendela kaca di setiap sisinya. Pada bagian depan juga terdapat sebuah area outdoor dengan beberapa table set bergaya klasik yang tertata rapi sebagai fasilitas tempat duduk bagi pengunjung untuk bersantai di sore hari sembari menikmati hidangan yang disajikan. Nuansa vintage nan cantik nampak begitu kental ketika memasuki area indoor resto, dimana furnitur serta dekorasi interior yang diaplikasikan benar-benar menghadirkan ambiance nan nyaman dan aestethic.

    Daya tarik utama dari resto yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1600 m² tersebut tentu saja adalah dari bentuk bangunannya yang tampak mencolok dan ikonik. Sebuah miniatur bangunan piramida ala Musee de Louvre tersebut berbentuk segitiga dengan material kaca dan frame besi dengan tampilan terbuka. Furnitur yang diaplikasikan di dalamnya bergaya vintage dengan nuansa ala Eropa nan kental. Di area outdoor yang berada tepat di sisi luar dari bangunan Louvre, terdapat set meja kursi yang mempunyai desain klasik berwarna putih tertata dengan rapi di area yang cukup luas. Apabila pengunjung duduk untuk menikmati hidangan di area tersebut nantinya akan mempunyai background bangunan Museum Louvre tersebut yang tentunya menjadi spot foto nan cantik.

    Selain itu, terdapat bangunan lawas zaman kolonial ala rumah Eropa bernuansa cream dan putih yang tampak mendominasi bangunan, disertai banyaknya aplikasi jendela berbentuk persegi seperti yang banyak ditemukan di Paris. Ketika malam tiba, suasana semakin syahdu dengan sinar yang dihasilkan dari penataan lighting di sejumlah titik. Di atap bangunan Louvre juga terpasang spot light yang memutar dengan cahaya warna-warni menghadirkan suasana lebih meriah. Untuk melengkapi kenyamanan suasana, pengunjung juga akan dihibur dengan pertunjukan live music setiap harinya mulai dari pukul 19.00 WIB.

    Dari sisi menu yang ditawarkan, resto yang buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 24.00 WIB tersebut menawarkan konsep fusion dengan perpaduan menu western dan lokal nan lezat. Beberapa pilihan menu mulai dari sajian Proline Salad, Zuppa Soup, Cheese and Cheese Pizza, dan Mince Beef Bolognaise. Melengkapi nuansa ala Paris, terdapat juga menu spesial seperti Escargot on Garlic hingga Chesee Lobster yang tentu saja memiliki citarasa lezat nan menggoda. Kemudian dengan spesialisasinya pada patisserie, De Celine juga memiliki beberapa pilihan menu seperti Croissant, Macaron, Celine Sponge, Panacota, hingga beberapa varian cake mulai dari Red Velvet, Carrot Cake, Tiramisu, Cheese Cake, dan Mille Crepes.

    Selain sajian menu-menu makanan yang sangat bervariasi dari De Celine tersebut, masih terdapat beberapa pilihan menu minuman yang dapat dijadikan teman mengobrol maupun melepas dahaga. Mulai dari Café Latte, Choco Latte, hingga beberapa varian Mojito yang menyegarkan seperti Strawberry Mojito dan Fruit Punch. “Dengan berbagai macam segmen pengunjung yang datang, kami selalu berusaha memenuhi selera mereka dengan berbagai sajian yang kami sediakan. Hal tersebut tentu saja agar ke depannya De Celine dapat berkembang dan semakin diterima oleh berbagai segmen masyarakat khususnya di Jogja,” pungkas Fani mengakhiri perbincangan. Farhan –red

    DE CELINE RESTAURANT & PATISSERIE
    Jl. Faridan Muridan Noto No. 17,
    Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta

    WhatsApp : 0819 1888 8669
    Instagram: de.celine_jogja

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain