Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan

    Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan
    Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan
    Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan
    Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan
    Inspirasi Design Pendopo Lapangan Merdeka Medan

    Pendopo Lapangan Merdeka Medan adalah simbol nilai historis dan titik sumbu (pusat kota) Kota Medan dan seluruh bangunan yang mengelilinginya. Kondisi tapak Lapangan Merdeka saat ini cukup memprihatinkan, terjadi degradasi nilai sejarah dan kebermaknaan sebagai simbol patriotisme yang kemudian bergeser ke arah pengembangan fungsi komersial atau ekonomi. Secara fisik terjadi juga penurunan kualitas akibat pengalihgunaan fungsi lapangan sebagai fungsi komersial yang cukup berkepanjangan.

    Dalam kasus klien adalah Pemerintah kota Medan, tindakan Pemerintah Kota Medan sendiri yaitu untuk mengoptimalkan kembali Lapangan Merdeka Medan dengan fleksibilitas fungsi sebagai ruang terbuka, ruang hijau, sosial kota bagi kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Medan itu sendiri.

    Konsep yang diajukan adalah “ Dialogue Between Nature & Culture”, yaitu dengan menyelaraskan Kawasan sebagai refleksi kemerdekaan yang diwujudkan dalam kreativitas arsitektural yang mengadopsi kekayaan lokal dengan mengambil konsepsi kekuatan alam yang luar biasa sebagai bagian dari landscape yang diperas dalam wujud kawasan dan pendopo estetik dengan semangat nilai historis dalam kebermaknaan Kemerdekaan Indonesia.

    Hal yang ditonjolkan dalam desain Pendopo Lapangan Merdeka ini adalah wujud arsitektur “adopting local tradition” dan wujud nilai “collective memory” dimana mengkombinasikan unsur budaya dan histori sebagai sequences dalam Pendopo Lapangan Merdeka Medan. Kedua unsur ini menjadi bagian filosofis gagasan Pendopo yang tergabung dalam satu sintesa program ruang yang menceritakan kilas balik sejarah Kota Medan dari masa ke masa yang diterjemahkan kedalam bentuk organisasi ruang serta skema perjalanan dalam ruang. Kemudian dalam penerapan upaya sequence tersebut juga di “inject” sebuah konsep dialog dimana dialog tersebut merupakan perpaduan konsep bentang alam dan arsitektur lokal yang di elaborasi sehingga tercipta bentuk arsitektural yang berkarakter, bermakna dan korelatif. Selain itu orientasi desain juga tetap menggunakan prinsip-prinsip Green Architecture.

    Ruang dan fasilitas dalam desain ini tentu saja pada bagian Pendopo utama, dimana difungsikan sebagai ruang bersama khususnya dalam acara-acara yang sakral seperti upacara lokal atau kenegaraan atau bersifat penting lainnya dan bermakna bagi masyarakat Kota Medan.

    Kemudian fasilitas penunjang yaitu Galeri merdeka sebagai wujud dari sequence pendopo. Amphitheater sebagai fungsi stage atau podium dalam kegiatan masyarakat. Terdapat juga Ruang Konferensi Pers, Etalase Kerajinan Lokal (Local Craftmanship) , Area Hijau dan Biru (pond & dancing fountain), ditambahan ruang-ruang penunjang lainnya. Kemudian diluar area Pendopo sendiri tetap mempertahankan fungsi lapangan terbuka dengan sistem bioswale atau bioretention, lalu tetap mempertahankan lingkar jalan sekitar pendopo dan menambahkan fungsi olahraga seperti lapangan dan jogging track dan tetap mempertahankan beberapa “icon” penting diantaranya adalah Tugu Perjuangan.

    Selain itu secara fungsi eksternal bentuk arsitektur pendopo juga bisa digunakan sebagai media atraksi masyarakat seperti kegiatan kesenian, pementasan, dan video mapping. Bentuk bangunan Pendopo tetap mengadopsi bentukan lokal setempat, dimana dalam konsep ini memadukan antara beberapa tipologi dari rumah-rumah adat yang ada di Sumatera Utara. Kemudian bentuk perpaduan tersebut dikemas dalam bentuk baru yang lebih modern tanpa menghilangkan ciri khas traditional sehingga mempunyai daya tarik baru bagi masyarakat yang mengunjungi Pendopo Lapangan Merdeka.

    Material yang dipakai dalam bangunan Pendopo Lapangan Merdeka ini antara lain, ekspos material finishing beton dengan struktur rangka komposit dengan penutup atap material sirap komposit.

    Hal yang menarik dalam proses desain ini yaitu mengolah komposisi bentuk Pendopo yang baru, kemudian menganalisis dan mempelajari bentang alam dan budaya-budaya serta arsitektur terutama di Sumatera Utara. Kemudian mempelajari kondisi eksisting yang terjadi akibat perubahan fungsi dari masa lampau ke masa kini, mempelajari sebab akibat terjadinya degradasi dan penemuan gagasan dalam desain yang adaptif.

    Tantangan yang dialamin dalam proses desain ini yaitu penyesuaian terhadap proses pelaksanaan dalam pembagian pekerjaan antara Pendopo Lapangan Merdeka dengan landscape disekitarnya. Dalam prosesi ini, kami mencoba membagi lingkup pekerjaan dalam beberapa tahapan antara konstruksi Pendopo dan Pembenahan Lapangan Merdeka. Team A + A Studio : Ardhyasa Fabrian Gusma. ST, M.sc & Aziz Septian, ST, Fardan Harmony

    A+A Studio, Yogyakarta, Indonesia
    Architects, Interior & Urban Design

    Phone : 0856 4002 5773
    Email: aa.studio.indonesia@gmail.com

    Project Name : Pendopo Lapangan Merdeka - Site Area : 2,88 hektar.
    Owner : Pemerintah Kota Medan, Sumatra Utara.

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain