Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi

    Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#1
    Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#2
    Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#3
    Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#4
    Inspirasi Design Selasar Saujana Geopark Banyuwangi#5

    Selasar Saujana merupakan Pusat Informasi Pariwisata Geopark Nasional Banyuwangi yang dilatar belakangi dengan ditetapkannya Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu dari kawasan Taman Bumi atau Geological Park (Geopark) Nasional 2018 oleh Komite Geopark Nasional. Penetapan tersebut menjadi pendorong Banyuwangi untuk mengoptimalkan sektor pariwisata berbasis alam beserta fasilitas pendukungnya. Tiga situs Geopark Nasional di Banyuwangi yaitu Blue Fire di Gunung Ijen, Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo.

    Dalam usaha melestarikan potensi alam yang dimiliki, khususnya di daerah Banyuwangi, perlu adanya sebuah semangat edukatif yang diberikan kepada masyarakat luas sehingga kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan dengan alam menjadi sebuah cara hidup masyarakat terus dipupuk. Berdasarkan kebutuhan ini, sebuah bangunan dengan fungsi utama sebagai Pusat Informasi Pariwisata Geopark Nasional Banyuwangi menjadi objek arsitektur yang harapannya mampu memfasilitasi misi dan visi tersebut.

    Konsep yang diajukan pada desain adalah “Selasar Saujana”, yaitu dengan menyelaraskan kawasan sebagai refleksi saujana alam Kabupaten Banyuwangi yang diwujudkan dalam kreativitas arsitektural yang mengadopsi kekayaan lokal dengan mengambil konsepsi kekuatan alam yang luar biasa sebagai bagian dari landscape yang diperas dalam wujud kawasan dan bangunan.

    Hal yang ditonjolkan dalam desain Selasar Saujana ini adalah wujud arsitektur “adopting local tradition” dan wujud nilai “panoramic identity” dimana mengkombinasikan unsur budaya dan saujana alam sebagai sequences dalam Selasar Saujana. Kedua unsur ini menjadi bagian filosofis ide dan gagasan perencanaan bangunan pusat informasi yang tergabung dalam satu sintesa program ruang yang menceritakan pariwisata Kota Banyuwangi yang diterjemahkan kedalam bentuk organisasi ruang kawasan dalam skema sequence antara alam dan budaya yang dielaborasikan dengan natural landscape sebagai karakter, makna dan kolerasi. Keterhubungan inilah yang melandasi terciptanya Pusat Informasi Pariwisata Geopark Nasional Banyuwangi yang bersinergi dengan alam.

    Selasar Saujana terdiri dari dua massa bangunan yaitu, bangunan utama sebagai Pusat Informasi serta Pesanggrahan. Pada bangunan utama Selasar Saujana difasilitasi beberapa fungsi yaitu selasar informasi sebagai area galeri informasi pariwisata, selasar pandang serta selasar kuliner. Pada bangunan pesanggrahan merupakan bangunan yang berfungsi sebagai private cottage pengunjung. Pesanggarahan ini dilengkapi dengan fasilitas selasar terasering yang berfungsi sebagai sirkulasi private pengunjung. Pesanggrahan terkoneksi langsung dengan selasar tapak dan selasar sungai.

    Selasar saujana memiliki fasilitas penunjang lainnya seperti seperti selasar budaya, selasar tepian, selasar tapak dan selasar sungai. Selasar budaya merupakan wujud sequence budaya yang diwujudkan pada desain amphitheater sebagai fungsi stage atau podium dalam kegiatan masyarakat berbudaya. Selasar tapak merupakan sequence alam yaitu Alas Purwo yang diimplementasikan pada landscape kawasan. Sedangkan selasar tepian serta selasar sungai merupakan sequence alam yaitu Pulau Merah yang diimplementasikan pada sungai yang terdapat di kawasan yang diwujudkan pada desain dermaga dan promenade di sepanjang sungai.

    Bentuk bangunan Selasar Saujana tetap mengadopsi bentukan lokal setempat, dimana dalam konsep ini memadukan antara beberapa tipologi dari rumah-rumah adat yang ada di Banyuwangi yaitu Rumah Adat Osing. Kemudian bentuk perpaduan tersebut dikemas dalam bentuk baru yang lebih modern tanpa menghilangkan ciri khas tradisional sehingga mempunyai daya tarik baru bagi masyarakat yang mengunjungi Selasar Saujana.

    Material yang digunakan dalam bangunan Selasar Saujana ini antara lain, ekspos material finishing beton dengan struktur rangka komposit dengan penutup atap material sirap komposit. Penggunaan material seperti Jati Belanda dan Gabion juga memperkuat unsur lokalitas pada bangunan. Pemanfaatan landscape sebagai fasad bangunan juga dilakukan dengan penggunaan tanaman Lee Kuan Yew.

    Hal yang menarik dalam proses desain ini yaitu mengolah komposisi bentuk yang baru, kemudian menganalisis dan mempelajari bentang alam dan budaya-budaya serta arsitektur terutama di Banyuwangi. Kemudian mempelajari kondisi eksisting yang terjadi akibat perubahan fungsi dari masa lampau ke masa kini, mempelajari sebab akibat terjadinya degradasi dan penemuan gagasan dalam desain yang adaptif. Team A + A Studio : Ardhyasa Fabrian Gusma ST. Msc , Ningtyas Putri Octaviana S.Ars , Azis Septian S.Ars , Fardan Harmoni S.Ars

    A+A Studio, Yogyakarta, Indonesia
    Architects, Interior & Urban Design

    Phone : 0856 4002 5773
    Email: aa.studio.indonesia@gmail.com

    Project name: Pusat Informasi Pariwisata Geopark Nasional Banyuwangi
    Location: Desa Kenjo Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi
    Luas kawasan: 8200 m²- Luasan Bangunan: 2300 m²
    Owner: Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya
    dan Penataan Ruang Kabupaten Banyuwangi

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain