Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Konsep Recycle Nan Simpel Kediaman Revianto B. Santosa

    Revianto B. Santosa bersama istri
    Ruang tamu dengan dekorasi simpel
    Unsur kayu pada area ruang tengah hadirkan kesan hangat
    Ruang makan dengan table set minimalis dan Area dapur dengan kitchen set kayu
    Kamar Anak

    Rumah atau omah bagi masyarakat Jawa memiliki arti yang cukup mendalam. Dalam literatur-literatur Jawa banyak disebutkan, bahwa omah merupakan lingkup kehidupan yang tertuang dalam sebuah bangunan. Masyarakat Jawa mendesain rumah sebagai representasi dari makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos adalah lingkungan sekitarnya, dan mikrokosmos adalah arsitektur bangunan tempat tinggalnya. Kiranya hal tersebut yang diusung Dr. Ir. Revianto B. Santosa, M.Arch, IAI dalam membangun hunian tempat tinggal bagi keluarganya. Rumah tak hanya sebagai tempat tinggal atau tempat berteduh saja, namun juga harus dapat memberikan berkah bagi penghuni dan lingkungan di sekitarnya.

    Rumah yang tidak terlalu besar namun memiliki halaman luas menjadi prinsip Revianto dalam membangun huniannya yang beralamat di daerah Karangkajen No. 955, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta. “Kalau diceritakan, sebenarnya banyak sekali cerita yang mengiringi pembangunan rumah ini. Jadi lahan ini merupakan warisan turun temurun dari simbah dulu. Kebetulan istri saya juga asli daerah sini, hanya berseberangan jalan saja. Sekarang lahannya sudah jadi beberapa rumah, namun milik keluarga besar semua. Saya sendiri mendapat bagian lahan di sini karena dulu diterima kuliah di UGM, jadi diberi hadiah oleh orang tua saya,” ujar pria yang berprofesi sebagai dosen tersebut.

    Apabila dilihat dari sisi luar, sekilas kediaman milik Revianto nampak seperti bangunan rumah di sekitarnya. Dari depan, bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 200 meter persegi tersebut terkesan sejuk dengan pohon perindang berkonsep sedehana dan minimalis namun tetap mengedepankan sisi kenyamanannya. Area halaman rumah sengaja dibiarkan beralaskan tanah agar nuansa di sekeliling rumah tetap terasa asri. Terdapat sebuah garasi kendaraan dengan dinding yang didominasi oleh material kayu bernuansa natural. “Cerita sedikit tentang garasi ini, jadi sebagian besar materialnya merupakan bekas bongkaran garasi yang lama. Jadi dulu garasinya memanjang menghadap Selatan, namun tanah di sebelah rumah kemudian dibangun rumah oleh saudara. Lalu garasinya dibongkar dan diubah menghadap ke Barat. Daripada kayu bekas bongkaran garasi yang lama hanya menumpuk dan tidak terpakai, kemudian dimanfaatkan untuk membangun garasi yang sekarang ini,” imbuh Revi, sapaan akrabnya.

    Pada sisi fasad bangunan rumah seluas 70 meter persegi tersebut, terdapat sebuah teras rumah berukuran kecil. Pada area teras depan tersebut dilengkapi dengan table set kayu bergaya klasik yang semakin memperkuat konsep yang diusung. Melangkah memasuki ruangan utama, terdapat sebuah ruang tamu yang nampak begitu hangat dengan penggunaan table set klasik dan dekorasi interior nan sederhana. Pada ruang tamu tersebut memanfaatkan rak kayu dengan berbagai buku yang tertata rapi sebagai sekat pemisah ruangan, berpadu dengan lantai bernuansa kecoklatan yang senada dengan unsur kayu semakin mempercantik tampilan ruangan. Di atas rak buku terdapat alat cap untuk membatik berbahan kuningan yang menjadi pernik dekorasi ruang tamu. Pernik tersebut terpajang sebagai representasi usaha yang dijalankan oleh sang istri, yaitu bisnis kain dan pakaian batik.

    Beralih menuju area ruangan lebih dalam, terdapat ruang keluarga yang nampak lega tanpa sekat serta minim penggunaan furnitur di dalamnya. Pada salah satu dinding ruangan juga tak lepas dari tatanan buku-buku bacaan yang menampilkan kesan layaknya berada di dalam sebuah perpustakaan. Televisi sengaja diletakkan pada sebuah meja kayu pendek sebagai fasilitas hiburan pada ruang keluarga. “Untuk area ruang tengah ini memang sengaja dikonsep tanpa menggunakan furnitur seperti meja dan kursi. Selain membuat ruangan terasa penuh, rupanya anak dan istri saya lebih suka 'lesehan' ketika berkumpul di ruang keluarga sembari menonton televisi,” kata bapak 2 anak tersebut.

    Pada salah satu sudut ruang tengah difungsikan sebagai area ruang makan yang bernuansa simpel dan sederhana. Table set minimalis berwarna putih menjadi dekorasi utama area ruang makan tersebut. Pada salah satu sisi dindingnya, kembali nampak buku-buku bacaan yang tersusun rapi pada sebuah rak kayu. Area ruang makan tersebut juga memiliki akses pintu keluar langsung menuju halaman depan. “Sedikit bercerita tentang tatanan rak buku yang mendominasi hampir di setiap ruangan rumah ini, karena memang dari dulu hobi saya adalah membaca dan koleksi buku. Tak terasa semakin lama buku koleksi saya semakin menumpuk dan memenuhi gudang. Dari situ akhirnya dapat ide untuk memajang buku-buku tersebut di dalam rumah. Jadi kesannya seperti berada di dalam perpustakaan,” imbuh Revi.

    Memasuki kamar tidur utama rumah yang telah ditempati selama 10 tahun tersebut, kesan klasik nan hangat langsung terasa dari material kayu pada furnitur yang digunakan. Sebuah tempat tidur tanpa frame berpadu dengan bed cover bermotif batik menampilkan kesederhanaan nan hangat. Tepat di samping tempat tidur terdapat set meja kayu ukir bergaya vintage yang langsung menghadap jendela dengan desain yang senada. Sebuah almari kayu berukuran besar menjadi pelengkap dekorasi kamar tidur tersebut. Konsep kamar tidur utama bernuansa simpel tersebut juga diaplikasikan senada pada kamar tidur anak. Hal yang cukup berbeda hanya nampak pada penggunaan sofa bed sebagai fasilitas tempat tidur. Desain sofa bed tersebut begitu fungsional dimana pada saat tidak digunakan dapat dilipat dan menjadi sebuah sofa duduk sehingga lebih menghemat ruang. Almari pakaian pada kamar tidur anak juga bernuansa lebih minimalis. “Di rumah ini, meskipun berada di tengah kota namun tidak terasa terlalu bising oleh suara kendaraan. Hal tersebut yang membuat kami merasa begitu nyaman tinggal di rumah ini. Anak-anak juga bebas bermain di halaman depan tanpa perlu merasa khawatir akan lalu lintas kendaraan di sini,” pungkas Revi. Farhan-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain