Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Lovely Studio Apartment with Merapi View Ekspresi Cantik Artistik Emi Susanta

    Tren hunian dengan konsep terbuka
    Tren hunian dengan konsep terbuka
    Tren hunian dengan konsep terbuka
    Tren hunian dengan konsep terbuka
    Tren hunian dengan konsep terbuka

    Tren hunian dengan konsep terbuka tanpa sekat semakin digemari. Berbeda dengan konsep konvensional, desain interior apartemen dengan konsep terbuka memungkinkan penghuni melakukan berbagai aktivitas di ruang yang sama. Misalnya saja kegiatan memasak, makan, mengerjakan tugas, menonton televisi, hingga beristirahat dapat dilakukan di satu ruangan. Konsep interior terbuka memungkinkan ruangan berkesan lebih luas. Selain itu, bagi keluarga muda justru akan memudahkan pengawasan terhadap anak-anak. Tata ruang interior terbuka atau open-plan kerap menjadi andalan dalam apartemen mungil atau tipe studio. Keterbatasan lahan menuntut pemanfaatan setiap ruang yang ada secara maksimal.

    Begitu pula yang dilakukan oleh Emi Susanta terhadap salah satu apartemen bertipe studio miliknya yang berlokasi di Patraland Amarta Apartment. Gaya dekorasi feminism dengan dominasi warna putih pada sisi furnitur dipilih Santo, sapaan akrab owner, pada salah satu propertinya tersebut. “Berbeda dengan konsep dekorasi apartemen lain yang saya miliki di Patraland Amarta, untuk yang satu ini saya ingin menghadirkan kesan yang lebih feminim dan lovely. Lebih banyak didominasi gaya minimalis modern, namun dengan sedikit sentuhan unsur kayu sehingga menampilkan sisi klasiknya juga,” ujarnya.

    Memasuki ruangan apartemen dengan luas 28 meter persegi tersebut, penggunaan warna putih yang dominan menghadirkan tampilan bersih dan lapang, ditambah dengan pencahayaan alami dari jendela untuk membuat ruangan menjadi lebih terang dan hidup. Kemudian juga penggunaan material kayu yang cukup banyak, dengan hadirnya warna sekunder dan aksen. Begitu pula dengan tanaman hias yang memberikan nuansa lebih segar dan alami. Begitu memasuki pintu masuk, terdapat sebuah area dapur minimalis dengan fasilitas modern di dalamnya. Kitchen set bernuansa motif kayu berpadu dengan unsur putih pada dinding nampak bersanding serasi dengan pemilihan lantai bermotif kayu, menghasilkan kesan klasik yang begitu kental. Tidak lupa Santo juga menambahkan beberapa pernak-pernik hiasan agar suasana dapur menjadi lebih hidup. Memanfaatkan space yang ada, pada area dapur tersebut juga terdapat sebuah mesin cuci yang letaknya menyatu dengan kompartemen kitchen set sehingga tidak terkesan berantakan. Pada sisi lain area dapur terdapat sebuah bathroom dengan nuansa simpel nan modern, lengkap dengan fasilitas berupa wastafel, hot shower, hingga toilet.

    Memasuki lebih ke dalam area ruangan apartemen yang beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar KM. 7,5, Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta tersebut, terdapat sebuah ruang utama yang difungsikan sebagai ruang tidur untuk beristirahat maupun bersantai bagi penghuni. Konsep dekorasi interior yang cukup menarik dihadirkan pada area kamar tidur utama. Desain simpel nan nyaman bernuansa klasik juga diterapkan dalam menata kamar tidur utama. Dominasi unsur kayu pada ranjang tidur minimalis dan lantai berpadu dengan nuansa putih dinding kamar, memberikan kesan hangat pada ruangan tersebut. Sentuhan vintage dihadirkan lewat aplikasi lampu gantung berbahan kuningan pada sisi tempat tidur. Pada sisi dinding belakang tempat tidur diberikan unsur batu marmer yang memberikan nuansa mewah ruangan tersebut. Tepat di samping tempat tidur, terdapat sebuah cabinets dengan pernak-pernik hiasan yang tertata rapi di atasnya. Kamar tidur tersebut juga mempunyai akses langsung menuju balkon yang didesain sebagai area bersantai dengan pemandangan gagahnya gunung Merapi dari lantai atas apartemen.

    Pada sudut lain di ruang utama dari unit apartemen yang selesai direnovasi sejak bulan November 2021 tersebut, terdapat sebuah meja minimalis memanjang yang terletak tepat di bawah televisi bermaterial batu marmer berpadu dengan aksen kayu bernuansa natural, menghadirkan perpaduan warna yang cantik. Beberapa buku tertata rapi pada sebuah rak kayu bergaya senada yang terletak tepat di samping meja kerja. Sebuah lampu tempel bergaya vintage menjadi pelengkap dekorasi yang semakin mempercantik tampilan ruang kerja. “Berbeda dengan unit lain yang saya desain lebih maskulin dan terkesan gelap, untuk unit yang ini saya ingin menghadirkan kesan kamar yang lebih cerah. Jadi untuk pemilihan warna memang lebih banyak putih dengan paduan unsur kayu, batu, serta sedikit sentuhan gold. Jujur saja karena memang apartemen ini juga saya sewakan, jadi segmen tamu yang menginap juga beragam. Jadi saya hanya berusaha untuk mengakomodasi keinginan konsumen dengan pilihan konsep kamar yang beragam juga,” imbuh Santo.

    Dalam mendekorasi interiornya, prinsip less is more sangat dijunjung tinggi oleh Santo, khususnya dalam penggunaan furnitur. Pasang dan gunakan furnitur-furnitur yang memang benar-benar diperlukan. Ukuran serta jenisnya juga disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsi ruangan. Furnitur yang terlalu besar dan banyak hanya akan mengganggu dan merepotkan penghuni, apalagi pada apartemen seukuran studio. Ruang gerak akan terbatas dan ruang tinggal terasa sempit dan pengap. Maka dari itu, perencanaan dan strategi yang matang diperlukan untuk menentukan furnitur yang sesuai kebutuhan dan tepat guna. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Santo berharap apartemennya dapat menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk dihuni. Bukan hanya untuk tinggal sendiri, karena apartemen ini juga disewakan atau ditempati orang lain, mereka juga akan merasakan daya tarik dari tempat tersebut. Farhan-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain