Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Pas Podjok Coffee & Eatery Identitas Seni Dalam Citarasa Kuliner Kekinian

    Pas Podjok Coffee & Eatery
    Pas Podjok Coffee & Eatery
    Pas Podjok Coffee & Eatery
    Pas Podjok Coffee & Eatery
    Pas Podjok Coffee & Eatery

    Bagi kaum milenial saat ini, berkumpul bersama kerabat dan keluarga kerap disandingkan dengan kopi. Untuk kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar tentunya ini menjadi salah satu persaingan yang cukup menarik antar tempat makan. Pasalnya anak muda zaman sekarang tidak hanya sekedar mencari tempat makan yang enak, namun juga tempat yang bisa digunakan untuk update foto terbarunya di media sosial. Sehingga beberapa tempat makan sendiri sudah mulai menerapkan berbagai desain unik di eksterior maupun interiornya. Dengan ramainya spot ngopi yang menarik, Jogja seakan tidak pernah kehabisan tempat untuk bercengkrama bersama orang-orang terdekat dan keluarga.

    Satu lagi coffeeshop di Jogja bagian Selatan, tepatnya di Kabupaten Bantul, terletak di sudut jalan lingkar selatan yang bernama Pas Podjok Coffee and Eatery. Kedai tersebut beralamat di Jalan Profesor Doktor Wirjono Projodikoro (Ringroad Selatan), Tegal Krapyak, Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Dengan mengusung tagline #artandtastematter sebagai identitasnya yang bermakna 'nilai' baru dari kepribadian Pas Podjok, karena Pas Podjok menghadapi tantangan demi menghadirkan pengalaman baru dan lebih baik untuk dibagikan. Dengan semangat serta konsep baru tersebut, Pas Podjok dapat dijadikan pilihan tempat yang sangat pas untuk nongkrong bersama keluarga dan teman, ataupun mengerjakan tugas karena juga didesain sebagai co-working space. “Ada banyak tantangan yang dihadapi ketika akan mengkonsep ulang kafe ini. Terutama perbedaan pendapat dengan ayah ketika saya akan merubah konsep awal kafe yang sudah berjalan sejak tahun 2015 menjadi bangunan kekinian seperti saat ini. Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan Pas Podjok yang mulai ramai dikunjungi, segala hal tersebut akhirnya dapat kami lewati dengan baik dan berjalan hingga menjadi seperti saat ini,” papar Ganang Sapta Aji, owner Pas Podjok Coffee and Eatery.

    Nampak pada kafe yang mulai beroperasi kembali pasca renovasi pada bulan November 2020 tersebut, konsep ruang terbuka dengan nuansa ala kafe di kawasan Seminyak, Bali begitu kental dengan beberapa pohon perindang di sekitar area fasad nan syahdu. Bangunan utama berwarna putih dengan bentuk yang didominasi lengkungan memberikan kesan unik di bagian depan kafe. Arsitektur bangunan dengan banyak bentuk melengkung tersebut terinspirasi dari gaya Mediteran yang diadaptasi menjadi sebuah tempat kekinian bernuansa cozy. Bangunan utama di sisi depan kafe tersebut juga sekaligus sebagai area coffee bar tempat dimana para barista meracik menu sajian minuman kopi yang dipesan pengunjung. “Untuk bangunan utama di bagian depan kafe memang mengadopsi gaya arsitektur Mediteran dengan dominasi bentuk melengkung. Namun pada awalnya justru saya ingin bentuk bangunan seperti itu karena terinspirasi dari bentuk logo Pas Podjok. Secara kasar kemudian saya gambar sendiri desain bangunannya, kemudian dibantu oleh rekan yang sudah ahli di bidang arsitektur untuk menerjemahkannya ke dalam gambar kerja,” imbuh Ganang.

    Beralih menuju bagian belakang dari kafe yang buka setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 00.00 tersebut, terdapat sebuah area makan dengan konsep semi outdoor yang berada di bawah teduhnya tumbuhan rambat pada sisi atap kanopinya. Meja makan bergaya minimalis tertata rapi di sudut-sudut area tersebut sebagai fasilitas bagi pengunjung yang datang untuk bersantap. Spot menarik juga tersaji pada salah satu bangunan Limasan yang letaknya tepat berada di sisi paling belakang kafe. Bangunan tersebut tampil cantik berkat dominasi warna putih yang diaplikasikan, cukup unik mengingat biasanya bangunan tradisional seperti Limasan didominasi oleh unsur kayu dan batu bata ekspos. Namun dengan konsep nyeleneh tersebut justru menampilkan nuansa yang fresh serta kekinian pada fasad bangunan Limasan. Ruangan rumah Limasan tersebut diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin belajar atau mengerjakan tugas karena setting areanya sebagai co-working space serta suasana tenang di dalamnya, bahkan tanpa suara alunan musik. Ditambah dengan furnitur bergaya vintage dan beberapa instalasi seni yang menjadi dekorasi ruangan, semakin mempercantik tampilan interior rumah Limasan.

    Tentunya kafe ini memiliki menu nan enak dan lezat mulai dari makanan hingga minuman. Dengan harga yang relatif terjangkau memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengujung tempat tersebut, sehingga Pas Podjok semakin ramai dikunjungi. Coffee and eatery tersebut menyajikan menu makanan yang patut dicoba, diantaranya Nasi Goreng Rendang, dan Iga Bakar. Untuk menu minuman yang disediakan di kedai kopi ini tentu saja tidak hanya berbahan dasar kopi, namun juga tersedia minuman dari berbagai bahan buah-buahan. Menu minuman kopi melalui tahapan cara membuat yang beragam, hingga terbentuk resep istimewa khas Pas Podjok. Menu berbasis kopi bernama Surealis menjadi minuman andalan di kedai kopi ini. Bagi pengunjung yang tidak menyukai kopi, dapat memesan berbagai minuman berbahan dasar buah yang diramu dengan bahan lain menjadi sajian yang istimewa seperti Baby Mine yang berasal dari buah strawberry, lime, orange, dan hazelnut, disajikan dengan vanilla ice cream di atasnya. Ada juga menu minuman berjenis mocktail bernama Magic Fizzy yang berasal dari ekstrak butterfly pea atau bunga telang dipadukan dengan soda, lychee syrup, dan lime. Farhan-red.

    PAS PODJOK COFFEE & EATERY
    Jl. Prof. Dr. Wirjono Projodikoro
    (Ringroad Selatan),
    Tegal Krapyak, Glugo, Panggungharjo,
    Sewon, Bantul, Yogyakarta.

    WhatsApp : 0821 2707 0180
    Instagram: paspodjok

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain