Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Ragam Rumah 1 Lantai Dari Subsidi Sampai Komersial-bagian 2

    Perspektif rumahan murah bersubsidi, Prasada Green Village
    Perspektif rumah tipe 47 Arsita Regency Titibumi
    Deretan hunian (muslim) tipe 38 Naraya Citra-Klaten

    Prasada Green Village menjadi salah satu pilihan perumahan murah bersubsidi terbaru yang hadir di area sisi Barat kota Jogja. Daerah jalan Wates dan sekitarnya kini sedang menjadi kawasan yang mulai dibidik oleh para pengembang di DIY. Ditambah lagi dengan adanya proyek bandara baru yang sedang dibangun, menjadikan kawasan Jalan Wates ini semakin strategis sebagai lokasi hunian, khususnya bagi kelas middle dan menengah bawah. Kecamatan Sedayu merupakan salah satu kawasan yang mulai digarap oleh para pengembang perumahan. Salah satu pengembang yang membangun proyek perumahan murah bersubsidi di daerah Sedayu adalah PT. Cita Prasada Mulia.

    “Kami memang berkomitmen untuk terus menggarap pasar rumah murah di Jogja. Lokasi perumahan kami ini berada di dusun Kepuhan kelurahan Argorejo Sedayu Bantul. Terhubung dengan poros Jalan Raya Wates Km. 11 serta jalur alternatif Sedayu – Srandakan yang masuk rencana pengembangan jalur menuju Bandara New Yogyakarta International Airport Kulon Progo,” papar Suci Puryani Dewi, selaku Direktur Utama developer PT. Cita Prasada Mulia.

    Pasar rumah subsidi ini kami pilih untuk menyiasati agar tetap ada pergerakan penjualan di tengah pasar properti kelas menengah bawah yang masih mengalami perlambatan, karena banyak pengembang yang cukup kesulitan mencari lahan untuk peruntukan perumahan murah bersubsidi di Jogjakarta. Rumah subsidi menjadi magnet besar karena konsumen akan mendapatkan berbagai keuntungan dan kemudahan, subsidi bunga, DP mulai 7 juta, cara bayar melalui KPR bank BTN dengan bunga kredit hanya 5 % atau angsuran 800 ribu per bulan sampai jangka waktu 20 tahun,” terangnya.

    Secara lokasi, Prasada Green Village berada di daerah perkembangan perkotaan Bantul, dengan berbagai fasilitas umum serta infrastruktur yang sudah cukup komplit. “Berada tak jauh dari kawasan industri Pajangan, sentra Batik Gesikan, desa wisata Krebet, serta wisata alam Curug Pulosari, Kedung Pengilon, Curug Banyu Nibo serta wisata kuliner ingkung ayam. Tidak jauh dari lokasi ini telah berdiri SD Islam Al-Azhar 38, sudah beroperasinya Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII), dekat dengan kawasan kampus STIE Hamfara dan ke depan akan hadir Kampus Terpadu UIN. Dengan berdirinya kampus di daerah tersebut dapat dipastikan daerah tersebut akan mengalami perkembangan di berbagai sektor,” terang Uci sapaan akrabnya semangat.

    Secara gaya bangunan Prasada Green Village masih mengusung gaya yang masih menjadi tren di dunia properti saat ini yakni gaya tropis minimalis. Untuk tipe yang dijual, saat ini kami hadirkan semua tipe 27 dengan lahan 60 m², masih menggunakan aturan pemerintah 2018 yang dijual di angka 137 jutaan. Ada kemungkinan ada sedikit kenaikan di pertengahan 2019 untuk tipe 36 menjadi kisaran 140 jutaan,” ungkapnya. Menurut Uci, perumahan Prasada Green Village mendapatkan respon yang sangat positif dari calon konsumen, khususnya konsumen lokal Jogja dengan berbagai latar belakang pekerjaan, baik wiraswasta, pegawai swasta, dan tentu saja para PNS.

    “Walaupun rumah yang kami bangun merupakan rumah subsidi, namun dari segi kualitas bisa kami pertanggung jawabkan. Dengan spesifikasi teknis pondasi batu gunung, beton bertulang, pasangan bata merah, rangka atap baja ringan, lantai keramik, kusen alumunium, listrik 900 watt, dan air bersih PDAM,” papar Uci menjelaskan.

    Arsita Regency Titibumi memberikan alternatif bagi konsumen yang menginginkan kawasan hunian berkonsep 1 lantai yang berada di area perkotaan Jogja. Kawasan garapan developer Merapi Arsita Graha ini, berada di Jalan Titi Bumi Timur, Banyuraden, Gamping, Sleman, Jogjakarta, yang terhubung dengan poros Jalan Godean Km. 3, serta sangat dekat menuju pusat kota maupun menuju akses Ringroad Barat (Jalan Siliwangi-red). Dikatakan Adoram Arthanto, ST, selaku Marketing Manager PT. Merapi Arsita Graha, bahwa area dalam Ringroad menjelma menjadi kawasan perkotaan, terbukti kawasan tersebut semakin lengkap dengan ketersediaan berbagai fasilitas penunjang kehidupan, khususnya bagi masyarakat urban modern saat ini.

    “Jarak dan waktu yang harus ditempuh untuk menuju kawasan pusat kota seperti Tugu Jogja maupun UGM hanya 15 menit, begitu juga dengan berbagai pusat perbelanjaan yang tersebar di kawasan ini seperti Giant, Mirota Godean, Superindo, dan Pasar Tlogorejo. Terdukung fasilitas penunjang seperti berbagai sekolah dan kampus ternama, misalnya Sekolah Teladan Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, STPN Yogyakarta, Kampus 1 Universitas Jenderal Ahmad Yani, dan Kampus Aisyiyah,” papar Ado.

    Arsita Regency Titibumi dikemas dengan landscape kawasan yang mengedepankan estetika dan kerapian, yang diyakini mendukung peningkatan nilai investasi properti yang ada di dalamnya. Seluruh infrastruktur pendukung kawasan sudah selesai dibangun dikawasan seluas ± 3.200 m². Mulai dari maingate, pos keamanan, jalan lingkungan 7 meter, maupun fasilitas umum berupa garden area.

    Konsep minimalis tropis dipilih untuk memenuhi tren permintaan pasar wilayah perkotaan, yang mengutamakan efisiensi lahan serta luasan bangunan. Untuk menguatkan konsep tropis, rumah 1 lantai di Arsita Regency Titibumi diberikan penutup atap dengan aksen model 'kuncungan limasan'. Finishing dinding pada bagian depan fasad menggunakan pecok Bali bertekstur, ditambahkan pula batu amanjiwo dan topi-topi beton yang membuat rumah menjadi lebih gagah nan elegan.

    Opsi rumah 1 lantai dengan kavling luas, cocok bagi keluarga muda yang belum memiliki anak dan budget terbatas. Ke depan konsumen bisa mengembangkan sendiri sesuai kebutuhan ruang atau bisa juga untuk menghadirkan taman, kolam ikan, maupun gasebo di sisi belakang, selaras dengan tren konsep rumah tumbuh. Sangat relevan pula bagi keluarga pensiunan yang kebanyakan hanya tinggal berdua saja maka model rumah 1 lantai terbukti lebih diminati,” imbuh Ado.

    “Saat ini sudah terjual lebih dari 60 % dari total 15 unit rumahnya. Progress pembangunan di lokasi menunjukkan bukti penjualan terus menunjukkan tren positif. Beberapa rumah 2 lantai tipe 107/126, sudah selesai dibangun dan telah di serah terimakan, bahkan mulai banyak yang dihuni, sehingga lingkungan nampak semakin hidup. Untuk alternatif 1 lantainya yakni tipe 47 dengan luas lahan 126 m², saat ini kami sedang menyelesaikan pembangunan serta finishing beberapa unit yang sudah terjual,” paparnya.

    “Segmentasi pasar mengarah pada kalangan menengah ke atas. Harga yang kami tawarkan saat ini mulai kisaran 1,3 miliaran. Banyak opsi untuk kemudahan pembayarannya, mulai dari cash bertahap hingga 12 X tanpa bunga dengan uang muka 30%. Bagi konsumen yang memilih opsi pembayaran dengan KPR, bisa mengambil unit rumah kami dengan minimal uang muka hingga 20% yang dapat diangsur 2 kali.

    Dalam rangka momentum Lebaran dan Ulang Tahun ke 18 Merapi Arsita Graha, kami berikan diskon spesial besar-besaran sampai dengan 118 juta, bagi konsumen yang membeli unit hunian di 9 kawasan hunian kami di beberapa titik strategis Jogjakarta,” pungkas Ado tegas.

    Nayara Citra, kawasan hunian yang dihadirkan di Kabupaten Klaten oleh pengembang berpengalaman DIY, yakni PT. Citra Kedaton. Kawasan yang akan dikemas bernuansa muslim ini, rencana akan menghadirkan 52 unit rumah berkonsep 1 lantai. Nayara Citra dirancang dengan target menyasar segmen pasar kelas menengah dan pasar lokal Klaten.

    Harga yang ditawarkan untuk hunian Nayara Citra yaitu mulai dari 300 jutaan untuk tipe 38 dengan luas tanah 72 m² mempunyai lebar depan 6 meter dan untuk rumah tipe 50 dengan luas tanah 84 m² dengan lebar depan 7 meter, kami jual mulai kisaran 377 jutaan. “Kami optimis, dengan harga yang sangat terjangkau ini, akan mampu diserap pasar properti Klaten,” papar Jusan, selaku Marketing Executive PT. Citra Kedaton.

    Memasuki tahun pertengahan 2019 ini, progress pembangunan infrastruktur kawasan, seperti maingate kawasan, jalan lingkungan selebar 7 meter, tembok keliling kawasan sudah selesai dibangun. Pihak pengembang yakin mampu bersaing dengan perumahan yang ada di sekitarnya. Konsep hunian yang dirancang sebagai rumah pertama ini, rumah akan dikemas dengan jaminan kualitas real estate, apalagi kawasan Nayara Citra akan dihadirkan fasilitas penunjang yang dibutuhkan penghuni. Bahkan sudah berdiri pula fasilitas publik berupa sarana ibadah berupa Mushola sudah siap digunakan.

    “Kami juga sudah menyelesaikan pembangunan 2 unit hunian tipe 38/72 yang sudah dipesan yang sudah siap diserah terimakan ke konsumen. Kami juga sedang mengerjakan hunian tipe 50/84 di area blok A. Respon pasar lokal Klaten tergolong cukup positif, walaupun belum seramai kota Jogja. Kami akan terus berusaha meyakinkan ke pasar properti kelas menengah Klaten, untuk tertarik mengambil unit rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal, maupun untuk sarana berinvestasi. Terbukti, pembeli awal kami masih dari sekitar kawasan Naraya Citra, mereka memutuskan membeli karena faktor lokasi, konsep kawasan, dan kualitas bangunan,” terang Jusan, sapaan sehari-harinya.

    Berlokasi strategis dengan konsep arsitektur modern dinamis. Lokasi perumahan seluas 7000 m² ini, yang terletak di Tempursari Ngawen Klaten Jawa Tengah ini mengusung langgam arsitektur modern minimalis. Lokasi yang berjarak tempuh 10 menit menuju pusat kota dan sarana-sarana pendukung kehidupan. Untuk segmen harga 300 – 400 jutaan potensinya sangat tinggi. Lokasi perumahan ini akan memiliki nilai tambah investasi yang potensial tinggi melihat prospek kedepan akan dibangun infrastruktur Tol Solo - Jogja yang salah satu exit tol-nya tidak jauh dari Nayara Citra.

    Cara bayar yang ditawarkan pihak pengembang juga bervariatif, mulai dari cara bayar dengan sistem cash bertahap atau cash keras hingga metode pembayaran dengan sistem KPR. “Dari pengalaman di proyek perumahan sebelumnya di Jogja, konsumen akan lebih dominan mengambil unit rumah dengan cara KPR. Untuk KPR, kami sudah bekerjasama dengan hampir semua perbankan penyedia layanan kredit perumahan, baik konvensional maupun perbankan syariah. DP KPR mulai 5%, PKS sudah terjalin dengan BTN, BNI, Mandiri, dan BRI. Untuk cash bertahap bisa sampai 36 bulan, uang muka untuk cash bertahap mulai 30%. Dan untuk lebih menggenjot penjualannya, khususnya dalam rangka menyambut momentum Lebaran dan Liburan Sekolah, kami berikan program promo free biaya SHM, dan khusus PNS (Guru/ASN) ada program bebas PPn 10%,” pungkas Jusan semangat. Wahyu Pras – red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain