Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Sosok

Inspirasi Hunian Simpel Elegan

Inspirasi Hunian Simpel Elegan Dr. Donni Indra Kusuma
Inspirasi Hunian Simpel Elegan Dr. Donni Indra Kusuma
Inspirasi Hunian Simpel Elegan Dr. Donni Indra Kusuma
Inspirasi Hunian Simpel Elegan Dr. Donni Indra Kusuma
Inspirasi Hunian Simpel Elegan Dr. Donni Indra Kusuma
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai tempat dimana sebuah keluarga bisa berinteraksi, tumbuh, dan berkembang dengan baik. Kenyamanan di dalam rumah tinggal sangat diutamakan guna mendapatkan ketenangan batin sang penghuni rumah. Nyaman tak harus mewah, tetapi lebih menuju pada kepuasan batin akan rumah yang segar, sehat, dan sejuk. Hal tersebut menjadi alasan pasangan muda Donni Indra Kusuma dan Yovi Nita Wardani dalam menentukan hunian untuk keluarga kecilnya.

Secara fasad hunian ini tak jauh berbeda dengan deretan bangunan lainnya yang berada di cluster Diamond Hill Road, perumahan CitraSun Garden, Bukit Sari, Semarang Blok C32. Taman penghijauan depan rumah menghadirkan sentuhan desain bangunan yang tetap mengedepankan kesejukan alam yang kuat. Namun, sesuatu yang menakjubkan akan dijumpai setelah memasuki area dalam rumah tersebut.

Kombinasi Apik Hunian Minimalis & Jawa

Kombinasi Hunian Minimalis & Jawa
Kombinasi Hunian Minimalis & Jawa
Kombinasi Hunian Minimalis & Jawa
Kombinasi Hunian Minimalis & Jawa
Kombinasi Hunian Minimalis & Jawa
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah layaknya istana yang patut diperhatikan konsep penataannya. Tata letak segala perabot rumah yang serasi turut menjadi hal yang penting. Dengan begitu penghuni rumah pun akan merasa nyaman dan tenang saat semua hal sudah diperhitungkan secara matang-matang sebelum rumah itu terbentuk. Seperti halnya yang dilakukan oleh pasangan muda, Dina Andrea Purba Indarja S. Psi dan Ruwi Sismanto, SE berikut ini dalam mengkonsep rumah minimalisnya.

Tampak dari luar rumah ini hampir sama dengan rumah minimalis pada umumnya. Rumah berpagar hitam dengan warna cat tembok luar abu-abu ini ternyata memiliki keunikan tersendiri di dalamnya. Sebelum memasuki rumah tersebut kita akan disambut dengan jalan setapak bebatuan koral dengan rumput hijau disekelilingnya. Meskipun tergolong rumah minimalis, tetapi empunya rumah ternyata menghadirkan konsep penghijauan simpel namun tetap menyejukkan. Pintu kayu berbahan Jati dengan khas warna cokelat menyembunyikan suatu hal yang menarik di dalamnya. Setelah masuk ke dalam rumah, kita akan disambut dengan ruang tamu simpel yang menarik. Furniture sofa hitam memanjang dengan beberapa hiasan aksen bantal berbahan beludru mampu membuat nyaman setiap orang yang datang untuk bertamu. Hiasan dinding berbahan batik tulis dengan berbagai model mampu membuat mata ingin berlama-lama memandanginya. “Kebetulan saya mempunyai usaha batik, dan untuk hiasan itu saya terinspirasi dari sebuah bank yang pernah saya kunjungi, namun di bank tersebut tidak banyak modelnya, batik tulis berbagai model ini saya pesan sendiri di daerah Solo,” tutur Dina pemilik rumah.

Hidup di Rumah Impian Ala Pak Amir

inspirasi rumah
inspirasi rumah
inspirasi rumah
inspirasi rumah
inspirasi rumah
[block:views=similarterms-block_1]

Menjadi tua dan hidup dalam sebuah impian masa muda adalah dambaan setiap insan. Hal ini yang dialami oleh Pak Amir Syarifuddin yang merupakan pensiunan PU Samarinda Kalimantan Timur. Hunian minimalisnya sungguh mencerminkan kerja keras dimasa mudanya. Bapak lulusan STEMBAYO (STM Pembangunan Yogyakarta) atau sekarang akrab disebut SMKN 2 Depok Yogyakarta merasa bangga karena bisa menginspirasi anaknya untuk berkarya dibidang Arsitek.

Idenya dalam mendesain rumah memang tidak perlu diragukan lagi karena pengalamanya. Dengan tidak melupakan ide sang anak, bapak berputra 3 ini mendesain rumah dan mewujudnyatakannya dalam hunian yang modern minimalis.

Ekletik Beach House dalam Hunian Pipit

Ekletik Beach House
Ekletik Beach House
Ekletik Beach House
Ekletik Beach House
Ekletik Beach House
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah layaknya sebuah tempat tinggal untuk menampung segala aktivitas serta mampu memenuhi kebutuhan dan kenyamanan si penghuni. Bukan hanya itu, bangunan rumah yang 'pas' dengan selera dan karakter penghuni akan terasa nyaman ketika menghuni rumah tersebut. Hal ini bukan hanya mencakup fungsi dan ruangan di dalamnya, namun beberapa hal turut mempengaruhi, meliputi desain, bentuk dasar, atribut, serta warna dan elemen lainnya yang serta merta mengisi rumah tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan oleh ibu dua anak ini, ia sengaja mendesain rumahnya dengan selera yang sesuai karakternya demi memperoleh kenyamanan di dalamnya. Desain rumah yang ia usung yakni, konsep Eklektik dengan tema Beach House. “Secara keseluruhan rumah ini mengusung konsep Eklektik dengan tema Beach House. Dengan kosep Eklektik ini saya bebas mengkombinasikan berbagai elemen sesuai kesukaan saya. Penentuan konsep dan tema dari saya sendiri, semua barang yang saya suka saya masukan ke dalam rumah, seperti terjun bebas, like follow your heart”, ucap ibu yang bernama lengkap Alfita Ratna Hapsari. Menurutnya konsep Ekletik adalah dimana kita bisa mengkombinasikan beberapa aksen hiasan dan juga furnitur sehingga melahirkan sudut-sudut yang menarik. Sedangkan untuk tema Beach House sendiri menurutnya dihadirkan lewat permainan desain interior yang berada di dalam huniannya ini.

Mencintai Rumah Jawa sebagai Aset Masa Depan

rumah jawa limasan
rumah jawa limasan
rumah jawa limasan
rumah jawa limasan
rumah jawa limasan
[block:views=similarterms-block_1]

Kecintaan seseorang terhadap suatu hal, bila diwujudkan akan menghasilkan sesuatu yang amat bernilai bahkan syarat makna. Kecintaan Mulyono pada rumah Jawa contohnya, bermula dari keprihatinan beliau kepada rumah tradisional Jawa yang mulai diperjual belikan dan bahkan dibeli oleh orang asing. Membuat beliau tergerak hatinya untuk menjaga dan mendirikannya sebagai hunian pribadinya. “Saya dulu tinggal di Wonosari, saya merasa sangat prihatin ketika menyaksikan banyak rumah Jawa di perjual belikan, bahkan diekspor keluar negeri, upaya saya menjaganya dengan membeli satu dulu yaitu rumah Limasan”, ujarnya semangat.

Suami dari Ekmarti Indarwati ini, juga menuturkan keinginanya menyelamatkan warisan nenek moyang, agar anak cucunya tidak hanya mendengar cerita bahwa dulu pernah ada rumah Jawa, tetapi benar-benar merasakan tinggal di rumah Limasan. Rumah Limasan asli peninggalan nenek moyang ini memang sudah sangat jarang ditemui. Rumah Limasan memiliki keunikan karena bentukannya yang tanpa sekat, menjadikan aktivitas penghuninya tidak dapat terbatasi. Dengan ruang besar yang dijadikan satu untuk keseluruhan aktivitas penghuninya membuat interaksi selalu terjaga.

Hunian Simpel Nuansa Vintage Industrialis

Hunian Simpel Nuansa Vintage Industrialis
Hunian Simpel Nuansa Vintage Industrialis
Hunian Simpel Nuansa Vintage Industrialis
Hunian Simpel Nuansa Vintage Industrialis
Hunian Simpel Nuansa Vintage Industrialis
[block:views=similarterms-block_1]

Memiliki rumah nyaman dan sesuai dengan karakter Sang Pemilik adalah idaman semua orang. Dalam menentukan gaya desain pun harus benar-benar tepat dan cermat sehingga menghasilkan nilai estetika dari hunian tersebut. Setiap orang memiliki keinginan masing-masing untuk mendesain sebuah rumah sehingga menjadi hunian yang nyaman dan menyenangkan. Hal inilah yang dicoba oleh pasangan suami istri Arief Wibawanto dan Devie Fransisca. Rumah yang terletak di kompleks Perumahan The Paradise, Sleman berdiri di atas lahan seluas 340 m2 dan luas bangunan 285 m2 ini mengusung sebuah desain interior bergaya vintage industrialis. “Untuk desain interior rumah ini saya serahkan semua ke kakak saya, saya hanya memberi pendapat. Untuk properti rumah kebanyakan benda-benda yang bernilai vintage, itu sudah menjadi kesukaan saya”, ungkap Devie panggilan sehari-harinya. Sedangkan untuk desain eksterior mereka tidak mengubah apapun karena sudah menjadi peraturan developer seperti itu.

Dari depan hunian ini ada sebuah taman mini dengan rumput hijau yang tetap memberikan suasana alam yang sejuk. Setelah memasuki rumah ini, nuansa vintage industrialis sudah terasa. Arti dari kata vintage itu sendiri mengacu pada furnitur yang ada di dalam rumah ini. Hunian konsep vintage industrialis dengan dua tingkat ini kebanyakan menggunakan furnitur yang bernilai vintage. Memasuki lantai bawah ada tujuh ruangan yang semuanya difungsikan untuk area umum. Ruangan pertama adalah ruang tamu sederhana dengan nuansa vintage industrial yang kental. Sofa sengaja dibuat berbeda dengan perpaduan meja yang terbuat dari kayu untuk mencerminkan kesan industrial itu sendiri. Bukan hanya itu, pemandangan yang unik dari ruang tamu ini, yakni pemanfaatan bawah tangga yang dijadikan tempat untuk menaruh koleksi foto dan buku-buku dengan background cat warna putih duco. Sebagian besar dinding tembok menggunakan warna kalem atau soft, yakni abu-abu dan putih untuk menekankan nuansa industrial dari rumah tersebut. Dan ada satu sudut dinding yang sengaja diberi wallpaper warna biru muda agar tidak terkesan berat. “Pemilihan wallpaper dari kakak saya juga, katanya agar tidak terkesan berat”, tambah Devie.

Hunian Minimalis Elegan Interior Rumah Andi Kurniawan

Hunian Minimalis Elegan
Hunian Minimalis Elegan
Hunian Minimalis Elegan
Hunian Minimalis Elegan
Hunian Minimalis Elegan
[block:views=similarterms-block_1]

Bagaimana rasanya mempunyai rumah dengan konsep glamor yang dipenuhi dengan perabot rumah tangga serba mewah. Tentunya sebagian orang akan merasakan kepuasan tersendiri karena untuk membangunnya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun bagaimana dengan perawatan bangunan serta barang-barang yang ada di dalamnya. Andi Kurniawan, seorang pengusaha sekaligus pendidik di bidang pramugari dan staf airline, punya pendapat khusus tentang hal tersebut. Udara panas musim kemarau menyergap kawasan timur Kota Yogyakarta, tepatnya ketika melintas di Jalan Laksda Adisucipto, siang itu. Padatnya lalu lalang kendaraan di sepanjang perjalanan menambah gerah suasana hati. Namun ketika memasuki kawasan perumahan CitraSun Garden Yogyakarta, yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto KM 7, kepenatan itu pun memudar.

Memasuki komplek perumahan dengan konsep 'Living in green & modern city' tersebut sejumlah petugas security menyambut dengan ramah dan menanyakan keperluan mengunjungi kawasan itu. "Salah satu alasan mengapa saya memilih membeli rumah di sini adalah keamanannya yang terjamin," ujar Andi, sapaan akrab pria berkacamata ini. "Alur keluar masuk ke komplek perumahan ini hanya satu pintu. Sehingga siapa yang masuk atau keluar dapat terus terpantau oleh petugas keamanan yang berjaga," tambah Andi. Memasuki areal perumahan kemudian menuju ke salah satu pojok timur, di situlah letak rumah ayah dari Zalfa dan Alya ini. Konsep bangunan tampak depan rumah tersebut sama seperti bentuk rumah lain di lingkungan tersebut, yaitu bergaya minimalis elegan. Namun Andi mencoba mengonsep interior istananya yang dibangun di lahan seluas 160 m2 tersebut sesuai dengan selera dan kebutuhan keluarganya.

Korelasi Hunian, Berlanggam Tropis Modern Klasik

Hunian Tropis Modern Klasik
Hunian Tropis Modern Klasik
Hunian Tropis Modern Klasik
Hunian Tropis Modern Klasik
Hunian Tropis Modern Klasik
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah bukan saja sebagai tempat untuk berteduh dikala hujan atau panas, tetapi juga sebagai tempat untuk berinteraksi, tumbuh dan berkembang. Tak heran jika banyak keluarga menginginkan sebuah rumah yang nyaman dan mengakomodir kebutuhan di penghuninya. Nyaman tidak harus mewah dan luas, tetapi lebih pada memberikan ketenangan batin. Hal tersebutlah yang coba di konsep oleh pasangan muda Muh. Agustino Arianto dan Diah Kurniasari dalam menata setiap fungsi ruangnya. Rumah yang berdiri di Jalan kaliurang Km.10,9 (utara lapangan Gadingan), Ngaglik Sleman berdiri di atas luas tanah kurang lebih 1944 m2.

Jika dilihat secara sekilas, komplek rumah yang berada di tepi jalan tersebut tidak nampak sebagai tempat tinggal karena digunakan sebagai toko batik. Namun siapa sangka jika di bagian belakang toko tersebut menyimpan sebuah penataan hunian yang cukup menarik dan inspiratif. Sebuah toko batik dengan nama Grosir Batik menjadi usaha yang tengah digeluti pasangan suami istri tersebut. dengan konsep bangunan Joglo toko batik tersebut menyuguhkan sebuah keselarasan budaya Jawa yang kental. Diceritakan Tino, panggilan sehari-harinya, usaha batik yang tengah ditekuninya menyuguhkan sebuah konsep penjualan yang berbeda. “Namanya Grosir Batik, kami menawarkan menjual batik dengan harga yang lebih terjangkau. Saya sudah buka tiga cabang di Jalan Kaliurang ada dua yakni Km. 6,1 dan 10,9 dan satu lagi di Jalan Afandi No.13. Bangunan yang di sini (Km.10,9-red) dulu adalah rumah makan, lalu tahun 2010 saya ubah jadi toko ini”, ceritanya. Usaha batik yang tengah digelutinya sejak tahun 2006 tersebut dikisahkannya merupakan salah satu bisnis keluarga besarnya. “Bisnis batik ini merupakan usaha yang tak ada matinya. Apalagi di Jogja dengan ikon kota pariwisata potensi batik sangat bagus”, ucapnya. Berbagai macam jenis dan bahan batik ditawarkan Grosir Batik.

Surganya Hidup Dalam Hunian

tata interior rumah
tata interior rumah
tata interior rumah
tata interior rumah
tata interior rumah
[block:views=similarterms-block_1]

Secara tampak depan tak ada yang berbeda dengan bangunan hunian yang berada dalam kawasan perumahan CitraSun Garden Semarang, kavling A/7 tersebut. Deretan bangunan bergaya minimalis modern tampil rapi memamerkan gaya bangunan yang mewah dan kokoh. Taman penghijauan depan rumah menghadirkan sentuhan desain bangunan yang tetap mengedepankan kesejukan dan penghawaan alam yang kuat. Namun, sesuatu yang menggugah decak kagum akan dijumpai tatkala menyusuri bagian dalam rumah tersebut.

Spiritualitas Omah Ndeso Dedi Kristanto

 Omah Ndeso Dedi Kristanto
  Omah Ndeso Dedi Kristanto
ru  Omah Ndeso Dedi Kristanto
Limasan dan Joglo
kamar dan kamar mandi
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah atau omah dalam masyarakat Jawa memiliki arti yang mendalam. Dalam literatur-literatur Jawa banyak disebutkan, omah merupakan jagad kehidupannya yang tertuang dalam bangunan. Masyarakat Jawa mendesain omah, sebagai representasi dari makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos adalah lingkungan alam sekitarnya, dan mikrokosmos adalah arsitektur bangunan tempat tinggalnya. Kiranya hal tersebutlah yang diusung Dedy Kristanto dan Anita Chandrasari dalam membangun hunian tempat tinggalnya. Rumah tak hanya sebagai tempat tinggal atau tempat berteduh saja namun harus memberi berkah bagi penghuni dan lingkungan sekitarnya.

PARTNER
Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain