Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Sosok

Konsep Hunian Terbuka & Rendah Hati

Konsep Hunian Terbuka & Rendah Hati
Konsep Hunian Terbuka & Rendah Hati
Konsep Hunian Terbuka & Rendah Hati
Konsep Hunian Terbuka & Rendah Hati
Konsep Hunian Terbuka & Rendah Hati
[block:views=similarterms-block_1]

Bila dilihat dari luar, sekilas kediaman milik Warsito di Dusun Taraman, Sinduharjo, Ngaglik Sleman tampak biasa saja. Dari depan, Bangunan seluas 366 meter persegi itu nyaris serupa dengan kebanyakan rumah masa kini. Desainnya sedehana dan minimalis. Siang itu, ketika disambangi RumahJogja Indonesia, kami disambut oleh pintu gerbang setinggi 1 meter yang terbuat dari kayu jati. Disinggung mengenai tinggi pintu gerbangnya yang relatif pendek, dengan rendah hati Warsito menjawab, “Biar bisa tetap srawung (bergaul) dengan tetangga mas,” ujarnya sambil tersenyum. Memasuki halaman rumah, tampak deretan conblock bentuk persegi tersusun melintang di depan garasi yang berada sisi kanan rumah. Di sisi kiri, sebuah taman kecil yang ditanami rumput manila serta beberapa tanaman hias lain seperti Gelombang Cinta.

Bersahabatnya Alam Dalam Hunian Wiranata

griya unik
ruang tamu
kamar tidur
dapur
Hunian Wiranata
[block:views=similarterms-block_1]

Hunian milik Wiranata yang terletak di Dusun Gambretan, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Jogjakarta dari luar tampak seperti bangunan yang tersembunyi. Dari jalan masuk menuju kediaman lulusan Sarjana Biologi dikelilingi dengan pagar batu kali dengan tinggi lebih dari 3 meter. Halaman yang lapang dengan balutan paving blok dengan rerumputan hijau menampilkan kesan rumah naturalis sangat kuat dalam hunian ini. Rumah yang dibangun pada tahun 1996 ini mengusung konsep warna cokelat dan hijau di dalamnya. “Saya memang suka warna cokelat dan hijau. Kedua warna tersebut lalu saya terapkan ke dalam rumah saya ini”, terang Wiranata.

Terjemahan Sinergi Hunian Alam Andi Suryanto

Hunian Alam Andi Suryanto
Hunian Alam Andi Suryanto
Hunian Alam Andi Suryanto
Hunian Alam Andi Suryanto
Hunian Alam Andi Suryanto
[block:views=similarterms-block_1]

Adanya sungai di samping sebuah hunian tentu akan menambah suasana ketenangan batin dari siapapun yang berdiam di sekitarnya. Hal ini yang mendasari pembangunan hunian milik keluarga Andi Suryanto. Sebuah aliran sungai Gajah Wong di belakang rumah menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke kediaman milik lelaki yang berprofesi sebagai penerjemah lepas ini. Secara singkat, pemilik menjelaskan alasan pemilihan lahan. “Dahulunya kawasan ini adalah sebuah lahan pekarangan yang terdiri dari pepohohan bambu. Rumah ini merupakan yang pertama didirikan pada kawasan ini”, terang Andi.

Konsep Keterbukaan Hunian Endar

Konsep Keterbukaan Hunian Endar
Konsep Keterbukaan Hunian Endar
Konsep Keterbukaan Hunian Endar
Konsep Keterbukaan Hunian Endar
Konsep Keterbukaan Hunian Endar
[block:views=similarterms-block_1]

Suasana ketenangan dan kenyamanan adalah hal yang dicari oleh sebagian besar orang yang memiliki rumah dengan view sungai dibagian belakang. Sebuah sungai di belakang rumah juga dapat menyatukan manusia dengan alam di sekitarnya. Penataan ruang dan pemilihan furnitur tentunya akan mempengaruhi suasana dan kenyamanan bagi siapun yang berdiam di dalam sebuah rumah. Hal-hal tersebut tak luput pula dari hunian milik keluarga Endar Budi Setyono. Menempati tanah seluas ± 489 m² dan luas bangunan 330 m², tempat tinggal dari bapak satu anak ini terlihat asri. Pemandangan alam dengan pepohonan yang hijau di bagian belakang rumah tentu menyegarkan mata meski di dalam rumah.

Hunian Split Level, Keluarga Heru Tjokro

Hunian Split Level
Hunian Split Level
Hunian Split Level
Hunian Split Level
[block:views=similarterms-block_1]

Sekilas tak ada yang berbeda apabila melintasi jalan kampung di daerah kabupaten Sleman ini. Pohon-pohon dan petak-petak sawah terhampar menghijau memanjakan mata. Namun, apabila kita menyusuri lebih dalam lagi, kita akan menemukan sebuah tempat tinggal yang tidak umum. Rumah milik Keluarga Heru Tjokro ini ada yang berbeda. Terletak di dusun Ngawen, Desa Trihanggo Kecamatan Gamping, fasad rumah ini berbeda dari rumah-rumah di sekitarnya. Dari kejauhan terlihat seperti rumah dengan atap-atap yang terpisah. Atap-atap rumah ini memiliki tingkat kemiringan yang berbeda dan memiliki sudut lebih dari tiga puluh derajat sehingga air hujan yang turun ke bawah langsung dapat jatuh ke permukaan tanah.

Sederhana Namun Berisi Dalam Balutan Mediterania

rumah dengan balutan Mediterania
rumah dengan balutan Mediterania
rumah dengan balutan Mediterania
rumah dengan balutan Mediterania
rumah dengan balutan Mediterania
[block:views=similarterms-block_1]

Sejuta alasan banyak orang memilih untuk memiliki hunian yang strategis, aman, dan nyaman. Banyak tipe dan jenis rumah yang disajikan di Kota Yogyakarta sebagai tempat hunian strategis, aman, dan nyaman. Keluarga Anita Rakhmawati telah membuktikan bahwa masih ada tempat yang dapat digunakan sebagai tempat hunian sementara (rumah singgah) untuk keluarga besarnya saat berkunjung ke Kota Yogyakarta. Rumah hunian dengan konsep Mediterania, kecil, dan sederhana itu memberikan warna yang berbeda bagi keluarga besar Anita saat sedang berkumpul bersama. Tidak hanya itu, rumah singgah itu memiliki ruangan yang lengkap layaknya rumah yang dipakai sebagai tempat tinggal pada umumnya.

Kearifan Budaya Lokal Ndalem Joglo Soegaib

Ndalem Joglo Soegaib
Ndalem Joglo Soegaib
Ndalem Joglo Soegaib
Ndalem Joglo Soegaib
[block:views=similarterms-block_1]

Suasana pedesaan yang nyaman, damai, serta jauh dari hiruk pikuk keramaian kota begitu terasa ketika berada di pekarangan rumah yang berlokasi di Bantul Timur, Trirenggo, Bantul. Ndalem Joglo, begitulah sebutan untuk rumah ini. Penamaan rumah ini berdasar pada bangunan Joglo yang dibangun persis di depan rumah huni tersebut. Melihat sekeliling rumah, pohon buah-buahan seperti mangga, jeruk, sawo, dan tumbuhan lainnya hadir sebagai perindang. Pepohonan ini mempunyai peran sebagai paru-paru alami dan menyaring polusi udara. Di sini Kita bisa menghirup udara segar dan bersih jauh dari polusi udara. Semilir angin bertiup diantara dedaunan menambah kesan damainya pedesaan. Terasa begitu adem ketika menapakan kaki masuk ke dalam pekarangan dan taman.

Form Follow The Function, dalam Hunian Philip Iswardono

Hunian Philip Iswardono
Hunian Philip Iswardono
Hunian Philip Iswardono
Hunian Philip Iswardono
Hunian Philip Iswardono
[block:views=similarterms-block_1]

Sekilas hanya terdapat sebuah papan di ujung jalan masuk rumah bertuliskan 'Welcome to The Sawah', akses masuk dari jalan utama, sepanjang jalan Anda akan disuguhkan dengan pemandangan sawah hijau nan luas dan masih banyak pohon jati yang ada di sepanjang jalan, terkesan sangat alami dan natural. Rumah tinggal Philip Iswardono yang terletak di Dusun Sekarpetak Rt 01 Rw 37 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul ini memiliki kontur bangunan yang bertingkat-tingkat disesuai dengan tekstur tanah yang ada di sana. Namun jangan salah, Philip Iswardono mengakui “Saya tidak suka dengan bangunan bertingkat, jadi saya mencari tanah memang dengan kontur yang bertingkat di Bantul ini untuk menyesuaikan dengan konsep desain arsitekturnya” ujarnya tegas. Bangunan rumah tinggal milik seorang designer batik terkemuka ini, pada awalnya dibangun pada bulan April 2005 hingga selesai di tahun 2007, dengan luas lahan keseluruhan ±3200 m², namun untuk rumahnya dibangun dengan luas ±1000 m². “Pembangunan rumah sendiri sempat terhenti oleh bencana alam gempa pada saat itu, selain itu memang agak memakan waktu yang lumayan lama karena tingkat kesulitan lainnya yaitu kontur tanah yang cenderung bebatuan”, papar Philip.

Griya Panggung Pusponegaran, Warisan Nusantara Milik Gus Pri

Griya Panggung Pusponegaran
Griya Panggung Pusponegaran
Griya Panggung Pusponegaran
Griya Panggung Pusponegaran
[block:views=similarterms-block_1]

Hakekat dasar sebuah rumah pada umumnya adalah sebagai tempat untuk berteduh dari panas, hujan, atau tempat berkumpul bersama keluarga. Rumah biasanya terdiri dari ruang-ruang yang dibatasi dengan dinding batu bata. Namun, berbeda dengan rumah tinggal keluarga Agustinus Supriyanto, SH, yang terletak di Dusun Pete Rt.02 Rw 16 Desa Sidomoyo, Godean, Sleman. Berdampingan dengan pemukiman warga sekitarnya, rumah tersebut tampak berbeda. Konsep bangunan tersebut memang tak pada umumnya yang ada di Jogja. Dengan konsep rumah panggung kediaman Agustinus terlihat kokoh, gagah dan menyita perhatian setiap orang yang lewat di depannya.

Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis

Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis
Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis
Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis
Kolaborasi Langgam Tropis Dengan Goresan Minimalis
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah merupakan tempat tujuan terakhir kita setelah seharian beraktifitas di luar untuk bekerja, sekolah ataupun melakukan beragam kegiatan lainnya. Di rumah segala capai dan penat sedikit terangkat ketika berkumpul, bercengkrama, dan bersenda gurau atau sekedar menceritakan peristiwa yang terjadi hari ini dengan anggota keluarga lainnya. Untuk itu arsitektur dan suasana rumah harus dibuat senyaman mungkin untuk mendukung hal tersebut. Hal itulah yang dilakukan oleh Herbayu Aji pada huniannya.

PARTNER
Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain